Cerita Laut
Cerita Laut
Farewell
Mulut ini terpatri tak mampu berkata-kata
Bukan karena aku tak suka
Aku hanya takut saat sang waktu memisahkan kita
Hati ini tak sanggup menanggung pedihnya duka
Tak adil terasa memang
Korbankan kau demi keikhlasan
Mungkin hanya sepatah maaf yang dapat kukirimkan
Sepucuk surat penyesalan
Jika zaman mempertemukan kita kembali, aku sudah berubah
Dan jika masa memberi alasan untuk pergi, aku kan bertahan
Mungkin bukan hari ini waktu kita
Juga bukan esok kita bisa bercanda
Tapi jika memang hidup berjodoh pasti bersua
Kelak, saat semuanya siap untuk menerima
Karena ini "Perpisahan"
Salam,
Imam Supriyadi.
Aku (Kalian) Luar biasa
Di penghujung malam ini (sampai pagi sebenarnya) setelah membaca beberapa tulisan, semakin besar semangatku untuk belajar, ya, belajar dan terus belajar. Cita-citaku? Aku ingin menjadi seorang ilmuwan. Terdengar aneh memang, apa menariknya menjadi ilmuwan, pasti membosankan. Tapi, tidak untukku, menurutku ilmuwan itu keren mereka bisa menciptakan penemuan-penemuan baru, mencari solusi berbagai masalah, atau bahkan menciptakan masalah-masalah untuk dipecahkan.
InsyaAllah setelah ini aku akan melanjutkan sekolah ke UGM jurusan Geological Engineering. Aku harap bisa benar-benar mengembangkan minatku di sana. Melihat orangtuaku yang susah payah mencarikan biaya sekolah untukku, rasanya sangat berdosa jika aku terus-terusan bersantai. Aku akan berjuang di sana, terutama untuk orangtua dan mimpiku, kuliah di Jepang.
Sempat terpikir untuk mencoba mencari beasiswa ke luar negeri setelah lulus SMA ini. Tapi, mengingat Englishku yang pas-pasan dan selama ini selalu tinggal bersama orangtua, aku tidak yakin bisa survive di sana. Apalagi setelah melihat jadwal Monbukagakusho, siswa yang mendaftar tahun ini baru akan diberangkatkan tahun depan. Rasanya sangat sayang untuk melepaskan kesempatan kuliah tahun ini untuk mencoba beasiswa ke luar tahun depan. Semoga ini jalan yang terbaik ya Rabb.
Sudah cukup tentangku, sekarang giliran untuk kalian.
"Aku mengucapkan terimakasih banyak kepada kalian yang selama 2/3/5/6 tahun menjadi temanku. Kalian semua Luarr Biasaaa.... Aku harap ini buka episode terakhir kebersamaan kita dan masih ada season-season berikutnya di masa yang lain dan tempat yang lebih baik. Kita kelak akan bersama-sama mengubah wajah Indonesia sebagai Dokter, Ahli Gizi, Ahli Statistik, Ekonom, Pengacara, Dosen, Ahli Geologi, dan lainnya, di saat itu tiba aku yakin kita semua sudah SUKSES!"
Salam,
Imam Supriyadi.
Anak kecil dan Mimpi
Seorang anak kecil duduk terdiam menatap langit
Pantulan cahaya bulan di matanya menyiratkan kesedihan
Ia punya mimpi, mimpi yang begitu besar
Untuk mengubah hidup, nasib, dan dunianya
Selama ini ia dilupakan, dipandang remeh, dan tak dianggap
Tapi ada saatnya juga si pecundang akan menang
Seperti juga ulat yang kelak menjadi kupu-kupu
Seperti itu juga ia akan berjuang
Bertransformasi demi masa depan
Demi kejayaan yang ia impikan
Catatan Minggu Lalu







